Living at The Coastal Side


Seorang nelayan Kampung Buloa yang baru saja menyandarkan perahunya.

Seorang nelayan Kampung Buloa yang baru saja menyandarkan perahunya.

Menanti perahu nelayan yang akan sandar.

Menanti perahu nelayan yang akan sandar.

Pemandangan dengan rumah-rumah berwarna nyentrik seperti ini tidaklah sulit ditemui di sini.

Pemandangan dengan rumah-rumah berwarna nyentrik seperti ini tidaklah sulit ditemui di sini.

Kamar mandi umum masih dijumpai di kawasan ini.

Kamar mandi umum masih dijumpai di kawasan ini.

Rumah-rumah dijejerkan di atas permukaan air yang dangkal.

Rumah-rumah dijejerkan di atas permukaan air yang dangkal.

Butuh kehati-hatian untuk bisa berjalan di sini.

Butuh kehati-hatian untuk bisa berjalan di sini.

Hanya bambu yang diikat kuat-kuat sebagai penghubung rumah yang satu dengan lainnya.

Hanya bambu yang diikat kuat-kuat sebagai penghubung rumah yang satu dengan lainnya.

Warung yang begitu sederhana tidak terlalu sulit pula ditemui di sini.

Warung yang begitu sederhana tidak terlalu sulit pula ditemui di sini.

Beberapa pemuda di sini lebih memilih bekerja sebagai kuli bangunan ketimbang nelayan.

Beberapa pemuda di sini lebih memilih bekerja sebagai kuli bangunan ketimbang nelayan.

Cara mencari ikan yang mengingatkan saya dengan saya dulu.

Cara mencari ikan yang mengingatkan saya dengan saya dulu.

Sebuah eskavator mulai menimbun laut.

Sebuah eskavator mulai menimbun laut.

Ini adalah cerita tentang sebuah Kampung Nelayan yang terancam hilang oleh pembangunan Kota.

Mereka menyebutnya “galangan kapal” yang sebenarnya bernama Kampung Buloa. Terletak di jalan Sultan Abdullah Raya-dekat dari jalan tol reformasi-melewati PT. Industri Kapal Indonesia (PT. IKI).

Sekarang, perkampungan ini terancam tersisih oleh pembangunan di wilayah sekitarnya. Beberapa warga di Kampung Buloa sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan tentang pembangunan ini asal tetap diberi tempat untuk menyandarkan perahu-perahu mereka.

This is a story about a Fisherman Village that’s will be disappear by urban development.

They called this area is “Galangan Kapal” that is actually named Kampung Buloa. Located in Sultan Abdullah Raya street, near from a Shipbuilding Industry (PT. IKI).

Now, this village eliminated threatened by development in surrounding areas. Some members in Kampung Buloa actually not too concerned about this development. They’re only ask for a place to rest their boat.

Advertisements

2 thoughts on “Living at The Coastal Side

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s