The Old Tobacco Factory


Bambu-bambu ini akan digunakan sebagai tempat untuk menaruh tembakau yang telah dicampur

Bambu-bambu ini akan digunakan sebagai tempat untuk menaruh tembakau yang telah dicampur

Memisahkan tembakau yang layak dan tidak.

Memisahkan tembakau yang layak dan tidak.

Memisahkan tembakau yang bagus dan tidak.

Memisahkan tembakau yang bagus dan tidak.

Gula merah yang didihkan.

Gula merah yang didihkan.

Gula merah yang telah dicairkan dipindahkan dari tempat memasaknya.

Gula merah yang telah dicairkan dipindahkan dari tempat memasaknya.

Para pekerja mencampur tembakau kering dengan gula merah cair.

Para pekerja mencampur tembakau kering dengan gula merah cair.

Pekerja mencampur tembakau dengan gula merah cair.

Pekerja mencampur tembakau dengan gula merah cair.

Menyiram tembakau kering dengan gula merah cair.

Menyiram tembakau kering dengan gula merah cair.

Salah satu pekerja di Pabrik Tembakau yang mengaku telah bekerja puluhan tahun sebagai pembuat rokok tradisional.

Salah satu pekerja di Pabrik Tembakau yang mengaku telah bekerja puluhan tahun sebagai pembuat rokok tradisional.

Digunakan untuk menjaga suhu tembakau agar tidak terlalu panas ketika diasapi.

Digunakan untuk menjaga suhu tembakau agar tidak terlalu panas ketika diasapi.

Bambu-bambu ini dibungkus dengan daun lontar.

Bambu-bambu ini dibungkus dengan daun lontar.

Salah satu pekerja memasukkan tembakau yang telah dicampur ke dalam bambu.

Salah satu pekerja memasukkan tembakau yang telah dicampur ke dalam bambu.

Papan Absensi pekerja.

Papan Absensi pekerja.

H. M. Nur, penerus sekaligus pemilik usaha tembakau ini.

H. M. Nur, penerus sekaligus pemilik usaha tembakau ini.

10

Proses pengasapan tembakau ini memakan waktu 1 hari 1 malam.

Beginilah bentuk tembakau setelah selesai diasapi.

Beginilah bentuk tembakau setelah selesai diasapi.

Masih Berdenyut; pabrik pengasapan tembakau tradisional milik H. Saide yang terletak di jalan tinumbu, kota makassar, dan berdiri sejak tahun 1962. Sekarang, pabrik ini hanya berproduksi jika ada yang memesan saja. Tidak seperti pada tahun 90-an, ketika tembakau asal desa cabbenge, kabupaten soppeng, sulawesi selatan ini masih berjaya. Komoditi ini hancur seiring invasi besar-besaran kretek dari pulau jawa dan perusahaan-perusahaan rokok asing memegang kendali di Indonesia.

The traditional tobacco curing factory  located in Tinumbu street, Makassar, South Sulawesi, Indonesia, and established since 1962 by H. Saide, still exist even this factory only produce if there’s a book only for now. Unlike in around of 90’s era, when this local tobacco from Cabbenge village, Soppeng regency, South Sulawesi is still victorious. This commodity has been destroyed with a massive invasion by clove and tobacco from Java and foreign cigarette company take the control in Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s